Tugas Individu V-Class 5 Desain Pemodelan Grafik
Identifikasi Kebutuhan Pengguna Grafik Pada Aplikasi Berbasis Web
Desain Website
Untuk memenuhi kebutuhan pengguna terhadap grafik pada sebuah
aplikasi berbasis web, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada desain
website, diantaranya adalah :
1. Penggunaan warna yang tepat
Warna
sangat berpengaruh dalam sebuah desain. Seperti yang telah kita ketahui, masing
masing warna memiliki karakter tersendiri, dan mecerminkan suasana tertentu.
Skema warna (kombinasi warna) dalam desain harus bisa mewakili karakter yang
diinginkan. Tetapi perlu diingat, kombinasi warna yang berlebihan akan
mengalihkan pengunjung dari konten website.
2. Teks
yang mudah dibaca
Teks
harus mudah dibaca, hal ini bisa dicapai dengan mengatur kontras warna teks
dengan background. Selain itu penggunaan font yang tepat juga perlu
diperhatikan, jenis font, ukuran font, style dan konsistensinya dalam desain.
Selain itu pengaturan paragraf dan jarak antara teks dengan elemen lain juga
perlu diperhatikan. Whitespace atau ruang kosong antar elemen harus harmonis.
3. Desain
visual yang harmonis
Image
atau gambar secara visual merupakan unsur atau elemen utama dalam desain. Image
bisa digunakan sebai pemanis, atau penyeimbang atau point of interest.
Sebaiknya pemilihan image sesuai dengan keseluruhan tema dan karakter desain
website. Komposisi image dengan elemen lain juga harus sesuai, adakalanya sebuah
website membutuhkan image yang besar (hampir fullscreen) untuk memberi kesan
tertentu, dan dikombinasi dengan teks yang lebih kecil porsinya, ada pula
website dengan komposisi teks yang lebih banyak dan image hanya sebagai unsur
tambahan.
4. Layout
yang Simpel
Layout
atau tataletak desain diusahakan sesederhana mungkin, minimalisir elemen-elemen
yang tidak penting, maksimalkan whitespace (jarak antar elemen). Website dengan
layout yang baik, mudah untuk dijelajahi, pengunjung mudah untuk menemukan sesuatu,
dan dengan cepat menemukan apa yang dicarinya.
5. Alur
yang mudah dimengerti
Layout
desain website harus bisa menuntun pengunjung dan mengarahkan mereka ke sesuatu
yang kita inginkan, jadi kitalah yang menuntun alur perhatian pengunjung. Sedangkan
pada website, pengunjung memiliki kendali penuh, mereka aktif, dan oleh karena
itu alur dari desain website harus jelas dan mudah dipahami agar pengunjung
tidak frustasi menemukan apa yang mereka inginkan.
6. Menu
Navigasi yang jelas
Menu
navigasi adalah satu-satunya cara pengunjung berinteraksi dengan website. Ada
banyak cara dan banyak desain menu navigasi, tetapi yang tidak boleh dilupakan
adalah fungsi utamanya, sebagai alat interaksi pengunjung dengan website.
Ada dua hal penting yang membuat website menjadi sukses dan mampu
mendapatkan trafik dalam jumlah tinggi: konten berkualitas dan desain yang unik
serta menarik. Desain website yang tidak rapi dan berantakan memengaruhi
kesempatan konten dibaca oleh pengunjung situs.
Ragam Layout Website
Ada beberapa macam layout desain
web saat ini yang semakin menghiasi dunia web :
1.
Static
Layout
static pada web desain memiliki ukuran tetap pada semua resolusi browser. Lebar
layout static ini menggunakan satuan pixel (px) sehingga akan menghasilkan
layout yang statis.
2.
Fluid
Layout
fluid memiliki kemampuan untuk menyesuaikan lebar layout sesuai dengan resolusi
browser. Hal tersebut terjadi karena lebar layout menggunakan satuan percent
(%) sehingga lebar layout akan mengikuti resolusi browser saat dikecilkan atau
dibesarkan (resize).
3.
Responsive
Layout
responsive memiliki kemampuan untuk berganti layout pada resolusi tertentu.
Layout bisa berganti ini berkat kehadiran CSS3 dengan sintax media queries nya.
Kalo di pemrograman fungsinya mirip „if„, tapi ini di css. Jadi sebuah web bisa
memiliki tampilan berbeda saat dibuka dengan pc, tablet atau smartphone.
4.
Responsive-fluid
Layout
responsive-fluid merupakan gabungan antara responsive dengan fluid sehingga
lebar layout akan mennyesuaikan resolusi dan akan berganti layout pada resolusi
tertentu. Layout ini menggunakan media queries dan satuan percent (%) untuk
ukuran.
5.
Horizontal Scrolling
Layout
horizontal scrolling adalah dengan menata content web kesamping, sehingga untuk
melihat content web tersebut menggunakan scroll horizontal.
6.
Parallax Scrolling
Layout
parallax scrolling menggunakan beberapa layer dan setiap layer memiliki
kecepatan perpindahan yang berbeda-beda saat di scroll sehingga menimbulkan
efek yang menarik.
Format
Gambar untuk Website
Format image ada beberapa jenis,
yang umum untuk ditemukan adalah JPEG (JPG), GIF dan PNG juga BMP. Perbedaannya
tidak dapat dilepaskan dari jenis kompresi yang digunakan untuk menyimpan data.
Berikut acuan sederhananya :
1.
PNG sangat baik untuk dipergunakan pada
kebanyakan web browser (IE6+ butuh sedikit sentuhan CSS untuk pengaturan
transparansi). Format jenis ini sangat tepat untuk menyimpan grafik (ilustration)
atau foto (kualitas tinggi).
2.
JPG adalah pilihan terbaik untuk menampilkan
foto secara online, walau kualitasnya tidak sebagus PNG tetapi cukup bisa
diterima mata manusia.
3.
GIF sangat baik untuk menampilkan gambar grafik
(jika tidak mau menggunakan PNG), tapi jangan ubah foto menjadi format GIF
karena hasilnya tidak sedap dipandang mata.
4.
BMP bisa dikategorikan sebagai gambar tidak
terkompresi, tidak disarankan untuk penggunaan pada web (menghabiskan bandwidth).
Menerapkan
Warna Efektif ke dalam Website
Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam menerapkan warna. Berikut apa saja yang sebaiknya dilakukan
dalam mengkombinasikan warna ke dalam desain website.
1.
Gunakan warna brand
Warna
identitas brand merupakan hal yang penting untuk selalu diterapkan ke berbagai
media, termasuk media online seperti website sebagai bentuk branding
perusahaan.
2.
Terapkan psikologi warna
Secara
tidak sadar, warna mampu memberikan pengaruh kedalam pikiran seseorang. Saat
kita mengunjungi halaman website, mata akan tertarik untuk memperhatikan
sesuatu yang terlihat berbeda dan menonjol. setelah memahami beberapa
penjelasan tentang teori warna sebelumnya, dapat diterapkan ke dalam desain
website. Seperti sifat warna-warna panas yang cerah, cukup efektif untuk
menarik perhatian, jika digunakan sebagai informasi penting, tombol, link,
headline, dan lain-lain. Begitu juga dengan warna-warna dingin yang menenangkan
dapat digunakan sebagai background, text maupun paragraf dan lain-lain.
3.
Sesuaikan warna dengan target pasar
Setiap
konsumen memiliki ketertarikan warna yang berbeda sesuai umur maupun jenis
kelaminnya. Begitu juga setiap bidang usaha akan selalu berbeda dalam
menerapkan warna berkaitan dengan profesionalitas usaha.
4.
Pastikan warna teks kontras dengan background
Kontras
teks dalam desain website jugalah penting. Teks menjadi sumber rujukan bagi
pengunjung untuk mengetahui informasi mengenai bisnis. Untuk itu, membuat teks
mudah dibaca dan untuk menghindari ketegangan mata pengunjung website, harus
ada kontras yang tinggi antara warna teks dan warna background.
Desain yang Sesuai Dengan User Experience dan User Interface
1.
User Experience
User
Experience Design atau yang biasa disebut UX Design yaitu adalah : Proses
meningkatkan kepuasan pengguna (pengguna aplikasi, pengunjung website) dalam
meningkatkan kegunaan dan kesenangan yang diberikan dalam interaksi antara
pengguna dan produk. UX Design itu proses membuat sebuah website atau aplikasi yang
dibuat menjadi mudah untuk digunakan dan tidak membingungkan ketika digunakan
oleh pengguna.
2.
User Interface
User Interface Design
atau yang bahasa Indonesianya itu Desain Antarmuka Pengguna adalah desain
antarmuka untuk mesin dan perangkat lunak, seperti komputer, peralatan rumah
tangga, perangkat mobile, dan perangkat elektronik lainnya, dengan fokus pada
memaksimalkan pengalaman pengguna. UI Design adalah bagaimana suatu website
atau aplikasi yang dibuat terlihat seperti apa. Orang biasa menyebutnya sebagai
tampilan atau desain sebuah website.
Perbedaan UX dan UI
1.
User Experience adalah tentang “memahami
penggunamu”. Tujuan UX adalah mencari tahu siapa mereka, apa yang mereka capai
dan apa cara terbaik bagi mereka untuk melakukan “sesuatu”. UX berkonsentrasi
pada bagaimana sebuah produk terasa dan apakah itu memecahkan masalah bagi
pengguna.
2.
User Interface adalah bagaimana suatu website
atau aplikasi yang di buat terlihat dan berbentuk seperti apa. Hal tersebut
mencakup Layout (tata letak), Visual Design (desain visual) dan Branding.
Konsep Resolusi Pada Monitor
1.
Resolusi Layar
Resolusi
Layar adalah jumlah pixel pada setiap dimensi layar monitor. Istilah dapat
menjadi ambigu terutama karena resolusi yang ditampilkan dipengaruhi oleh
faktor-faktor yang berbeda. Contohnya, Cathode Ray Tube (CRT), monitor layar
datar (termasuk LCD) tampilan proyeksi menggunakan gambar elemen susunan tetap
(pixel / piksel). Penggunaan istilah “Resolusi Layar” berlaku untuk susunan
yang menampilkan pixel tetap seperti Plasma Display Panel (PDP), Liquid Crystal
Display (LCD), Digital Light Processing (DLP). Istilah “Resolusi Layar” umumnya
digunakan untuk menyebut dimensi pixel, jumlah pixel dalam masing-masing
dimensi (misal, 1920 x 1080), yang tidak mencerminkan kerapatan pixel, yaitu
jumlah piksel per satuan jarak atau luas area. Dalam pengukuran digital,
kerapatan layar memiliki satuan pixel per inci.
2.
Jumlah Piksel untuk Berbagai Resolusi
Metrik
lain memperlihatkan perspektif yang sangat jelas adalah jumlah piksel. Sebuah
tampilan Quad HD memiliki 3.69 juta piksel, lebih banyak 78% dibandingkan 1080p
yang hanya 2,07 juta piksel, dan empat kali lipat dibanding tampilan 720p. Untuk
mengukur jumlah piksel dalam sebuah resolusi layar, misal: 1920 x 1080 berarti
bahwa layar memiliki lebar terdiri dari 1920 piksel dan tinggi terdiri dari
1080 piksel, dengan total 1920 x 1080 = 2.073.600 piksel. Resolusi yang paling
populer adalah :
a.
1280 x 720 (HD, 720p)
b.
1920 x 1080 (FHD, Full HD, 2K, 1080p)
c.
2560 x 1440 (QHD, WQHD, Quad HD, 1440p)
d.
3840 x 2160 (UHD, Ultra HD, 4K, 2160p)
e.
7680 x 4320 (FUHD, Full Ultra HD, 8K, 4320p)
3.
Aspek Rasio
Melihat persepsi mengenai “Resolusi Layar” dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti Resolusi Gambar dan Resolusi Optik. Salah satu faktor adalah bentuk persegi panjang layar, yang dinyatakan sebagai rasio dari lebar berbanding tinggi fisik. Hal ini dikenal sebagai Aspek Rasio. Sebuah aspek rasio fisik layar dan rasio aspek pixel individu belum tentu sama. Sebuah susunan 1280 x 720 pada layar 16:9 memiliki piksel berbentuk persegi. Sedangkan susunan 1024 x 768 pada layar 16:9 memiliki piksel berbentuk persegi panjang.