Tugas Sistem Informasi Manajemen
SISTEM INFORMASI KOMPUTER OTOMATISASI PERKANTORAN DAN
SISTEM PAKAR
Pengertian
Sistem Informasi Berbasis Computer (CBIS)
CBIS atau Computer Base Information
System mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah
sistem informasi, meskipun secara teoritis, penerapan sebuah sistem informasi
memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya, namun pada
prakteknya dengan data dan kebutuhan informasi yang begitu kompleks maka peran
teknologi komputer begitu dibutuhkan, peran komputer inilah yang dikenal dengan
istilah “computer based” karena digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah
sistem maka disebut “Computer Base Information System” atau sistem informasi
berbasis komputer.
Computer Based Information System
(CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah
data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu
alat bantu Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer
memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan
integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu
menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen
yang membutuhkannya.
Sistem Informasi Berbasis Komputer
atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu
data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai
alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta
visualisasi dan analisis.
Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa system informasi berbasis computer
adalah system pengolah suatu data yang berkualitas dan di pergunakan untuk
membantu mengambil sebuah keputusan dan untuk menentukan peranan teknologi
dalam kehidupan ini.
Pengertian
Otomatisasi Komputer
Otomatisasi kantor merupakan
penggunaan alat elektronik yang digunakan untuk memudahkan komunikasi formal
dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang
didalam dan diluar perusahaan. O’Brien (1996) mendefinisikan otomatisasi kantor
sebagai sistem informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses,
menyimpan dan mendistribusikan pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi
elektronik lainnya diantara individual, grup-grup kerja dan organisasi.
Otomatisasi perkantoran berawal
dari tahun 1960, ketika IBM menciptakan istilah word-processing untuk
menjelaskan kegiatan devisi mesin TIK listriknya. Pada tahun 1964, ketika IBM
memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST) yaitu
mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita
magnetik secara otomatis. Kata "Otomatisasi" memiliki pengertian
penggunaan mesin untuk menjalankan tugas fisik yang biasa dilakukan oleh manusia.
Otomatisasi kantor biasanya dikenal dengan istilah Office Automation atau OA.
Otomatisasi perkantoran berarti
pengalihan fungsi manual peralatan kantor yang banyak menggunakan tenaga
manusia kepada fungsi-fungsi otomatis dengan menggunakan peralatan mekanis khususnya
komputer. Waluyo (2000) menegaskan bahwa era otomatisasi perkantoran dimulai
secara bersamaan dengan berkembangnya teknologi informasi, dimana digunakannya
perangkat komputer untuk keperluan perkantoran.
Otomatisasi penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas
dan efisiensi kegiatan perkantoran. Dengan adanya perkembangan teknologi
informasi yang menuntut untuk menyelesaikan proses pengolahan informasi secara
cepat dan fleksibel, maka kebutuahan dari metode manual ke otomatis sudah
menjadi keharusan untuk dipenuhi. Namun, bukan berarti meninggalkan seluruh
proses manual dan memangkas tenaga kerja, sebab banyak aspek-aspek lain yang harus menjadi
pertimbangan dalam melakukan otomatisasi dikantor.
Tujuan
Otomatisasi Komputer
Otomatisasi
Perkantoran, OA atau Office Automation bertujuan untuk meningkatkan
produktivitas kerja melalui :
1. Meminimalkan
pengeluaran pada biaya, munculnya komputer dapat menghemat biaya dimana
komputer dapat menggantikan dan meringankan tugas pekerja dari berat menjadi
ringan.
2. Pemecahan
masalah kelompok, otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan antara manajer
untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik dalam memecahkan masalah.
3. Pelengkap
bukan pengganti, dalam hal ini tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal
tradisional, seperti percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis
pada memo, dan sejenisnya. Pelengkap informasi ini digunakan agar dapat lebih
baik dalam berkomunikasi.
4. Penggabungan
dan penerapan teknologi, misalnya antara telepon, komputer, jaringan internet,
serta satelit. Dimana semua digabung untuk memperlancar informasi dari luar
perusahaan maupun didalam perusahaan, selain itu untuk mengetahui canggihnya tekhnologi
di era globalisasi.
5. Memperbarui
proses pelaksanaan pekerjaan di kantor, produk office automation memungkinkan
para pekerja kantor memproses lebih banyak dokumen secara lebih cepat, lebih
baik, dan lebih efisien.
6.
Meningkatkan
produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
7. Peningkatan komunikasi dapat
menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.
Manfaat
Otomatisasi Komputer
Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dalam
pemanfaatan sistem otomatisasi perkantoran, diantaranya :
1. Otomatisasi
perkantoran membuat informasi menjadi lebih murah dan mudah digunakan, dipindahkan,
dan dirawat.
2. Dapat
meletakkan landasan yang kuat untuk integrasi informasi sehinggga perusahaan
mampu berkompetisi lebih baik.
3. Komputer
tidak menggantikan pekerja saat ini, komputer mampu menunda penambahan pegawai
yang diperlukan untuk menangani beban kerja yang bertambah.
4. Pemecahan
masalah kelompok/tim.
5. Cara OA
berkontribusi pada komunikasi ke dan dari manajer membuatnya sangat cocok
diterapkan untuk memecahkan masalah kelompok.
6. Sebagai
pelengkap bukan pengganti.
7. Sebagai
suatu cara komunikasi bisnis. OA tidak akan menggantikan semua komunikasi
interpersonal tradisional seperti percakapan tatap muka, percakapan telepon,
pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. OA hanya melengkapi komunikasi
tradisional.
8. Meningkatkan
produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
9. Peningkatan
komunikasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.
Fasilitas
dalam Otomatisasi Komputer
1. Dilihat
dari tenaga penggeraknya : Mesin manual ialah mesin-mesin yang digerakkan oleh
tenanga manusia Mesin listrik (elektrik) ialah mesin-mesin yang digerakkan
dengan tenanga listrik atau baterai.
2. Dilihat
dari car kerja dan komponen mesinnya : Mesin mekanik yaitu mesin-mesin yang
rangkaian komponennya tampak bergerak dalam operasinya. Mesin elektronik yaitu
mesin-mesin dengan rangkaian komponen elektronik,berupa kabel-kabel.
3. Dilihat
dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor : Mesin-mesin untuk mencatat,
menghimpun, mengolah, memperbanyak, mengirimkan, menyimpan bahan keterangan.
Peranan
otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu masalah
Banyak aplikasi dalam otomatisasi
kantor, membuat seorang manajer harus melakukan suatu pemilihan dalam membuat
suatu sytem yang baik, yang kiranya dapat memberikan kepuasaan baik dari
pelanggan maupun dalam perusahaan itu sendiri. Adapun yang mempengaruhi peranan
otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu masalah adalah berikut :
1. Jenis
Organisasi, yaitu seorang manajer diperusahaan dengan satu lokasi tidak akan
mempertimbangkan konferensi audio dan video.
2. Pilihan
pribadi, manajer yang memilih komunikasi tatap muka tertarik pada konferensi
video dan memanfaatkan kalender elektronik.
3. Sumber daya
OA yang tersedia paduan manajer dibatasi oleh sumber oleh sumber daya OA yang
tersedia dalam perusahaan.
Pengguna
Otomatisasi Komputer
Otomatisasi Kantor digunakan oleh
semua orang yang bekerja di dalam kantor. Pada dasarnya terdapat 4 kategori
pengguna Otomatisasi Kantor, yaitu :
1. Manajer :
orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama SDM.
2. Profesional
: profesional tidak mengelola orang, tetapi menyumbangkan keahlian khususnya.
Misalnya : pembeli, wiraniaga, dan asistenstaff khusus Manajer dan professional
secara bersama dikenal sebagai pekerja terdidik.
3. Sekretaris
: biasanya ditugaskan pada pekerja terdidik tertentu untuk melaksanakan
berbagai tugas seperti menangani korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur
jadwal pertemuan.
4. Pegawai
administratif : melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti
mengoperasikan mesin fotocopy, menyusun dokumen, menyimpan dokumen.
Tahap
Penerapan Otomatisasi Perkantoran
1. Tahap-tahap
Penerapan Otomatisasi Kantor
Dalam
penerapan otomatisasi kantor, ada beberapa tahap yang penting untuk
diperhatikan sebagai berikut :
a. Tradisional
: penggunaan teknologi utamanya ditujukan untuk mengurangi biaya dan
meningkatkan produktivitas. Terfokus pada penggunaan word processing, fax,
telepon dan lain-lain.
b. Transisional
; ditandai dengan mulai digunakannya proses data secara elektronik serta
dibangunnya aplikasi untuk keperluan pengarsipan, penyimpanan, dan komunikasi
yang berbasis komputer. Contoh : pembuatan database (oracle), general ledger
(informasi keuangan), EAS (sistem approval elektronik) dan lain-lain.
c. Transformasional
; merupakan konvergensi telekomunikasi dan informasi (ICT). Contoh :
teleconference, videoconference dan lain-lain.
2. Cara
Menerapkan (Virtual Office)
a. Menyediakan
sumber daya komputer.
b. Menyediakan
sarana akses ke sumber daya informasi.
c. Menyediakan
perlengkapan non komputer.
d. Menyiapkan
sarana telepon yang dapat dialihkan.
e. Menyediakan
kelengkapan untuk panggilan konferensi.
f.
Membuat jadwal pertemuan reguler.
g. Melaksanakan
urutan-urutan pekerjaan secara teratu.
3. Manfaat
Menerapkan Kantor Virtual dalam Bisnis
Penerapan
kantor virtual dalam dunia bisnis memiliki beberapa manfaat yaitu sebagai
berikut :
a. Lebih
fleksibel.
b. Hemat
biaya.
c. Banyak
pilihan pekerjaan.
d. Penghasilan
tak terbatas.
e. Banyak
mempunyai waktu luang dengan keluarga.
4. Keuntungan
dan Kerugian Kantor Virtual
Keuntungan dari kantor virtual :
a. Pengurangan
biaya fasilitas.
b. Pengurangan
biaya peralatan.
c. Jaringan
komunikasi formal.
d. Pengurangan
penghentian kerja.
e. Kontribusi
sosial.
Kerugian dari kantor virtual :
a. Rasa tidak
memiliki.
b. Takut
kehilangan pekerjaan.
c. Semangat
kerja yang rendah.
d. Ketegangan
keluarga.
Model
Otomatisasi Perkantoran
Keterangan
:
Karena OA tidak memiliki mengelola data,
penggunaan database dibatasi pada isi informasi. Informasi dikumpulkan dari
sistem fisik perusahaan. Informasi juga disediakan oleh lingkungan.
Informasi berfungsi sebagai input
bagi aplikasi OA berbasis computer seperti pengolah kata, e-mail, dann konferensi
komputer.
Pemecah masalah lain berada
ditengah-tengah garis yang memisahkan perusahaan dengan lingkungan. Ini berarti
bahwa orang-orang itu mungkin berada di kedua area tersebut.
Model
tersebut juga mencerminkan penggunaan aplikasi OA berbasis non- komputer
seperti konferensi video dan audio.
Jenis-jenis
Aplikasi Otomatisasi Kantor
Perkantoran merupakan kegiatan yang berhubungan dengan
pelayanan dalam perolehan,pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan
pengkomunikasian informasi.
Berikut ini adalah jenis-jenis aplikasi otomatisasi
perkantoran yang dapat digunakan :
1. Pengolahan
Kata (Word Processing)
Word
processing adalah penggunakan suatu aperalatan elektronik yang secara otomatis
melakukan beberapa tugas yang diperlukan untukmembuat dokumen ketik atau cetak.
Contoh dari
word processing adalah Ms. Word dari Microsoft Office.
2. Surat Elektronik
(Electronic Mail/E-mail)
Surat
elektronik yang dikenal sebagai e-mail adalah penggunaan jaringan komputer yang
memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan dan menerima pesan-pesan dengan
menggunakan terminal komputer dan alat penyimpanan.
3. Voice Mail
Voice mail
memerlukan komputer dengan kemampuan menyimpan pesan audio dalam bentuk digital
dan kemudian mengubahnya kembali menjadi audio saat dipanggil. Tiap pemakai
mempunyai voice mailbox dalam penyimpanan sekunder, dan peralatan khusus
mengubah pesan audio ke dan dari bentuk digital.
4. Kalender
Elektronik (Electronic Calendaring)
Adalah
penggunaan jaringan komputer untuk menyimpan dan memanggil acara yang telah
ditetapkan oleh manajer. Kalender elektronik bersifat khusu diantara aplikasi
otomatisasi kantor, karena ia hannya menyusun terjadinya komunikasi bukan
mengkomunikasikan informasi. Cara kerjanya mirip dengan organizer.
5. Konferensi
Audio (Audio Conferencing)
Adalah
penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat suatu hubungan audio
diantara orang-orang yang tersebar secara geografis dengan tujuan melaksanakan
konferensi.
Konferensi
audio tidak memerlukan komputer, hanya melibatkan fasilitas komunikasi audio
dua arah.
6. Konferensi
Video
Adalah
penggunaan peralatan televisi untuk menghubungkan para peserta konferensi yang
tersebar secara geografis. Peralatan tersebut menyediakan hubungan audio dan
video serta tidak memerlukan komputer. 3 konfigurasi dasar konferensi video
berdasarakan sinyalnya adalah :
a. Video satu
arah dan audio satu arah.
b. Video satu
arah dan audio dua arah.
c. Video dan
audio dua arah.
7. Konferensi
Komputer (Computer Conferencing)
Adalah
penggunaan jaringan komputer, sehingga memberi kemampuan seseorang untuk
melakukan pertukaran informasi selama proses terjadinya konferensi. Aplikasi
ini hamper sama dengan electronic mail, karena kedua aplikasi ini menggunakan hardware
dan software yang sama.
8. Transmisi
Faxsimili (Facsimile Transmission)
FAX adalah
penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca citra dokumen pada satu ujung
saluran komunikasi dan membuat salinannya di ujung yang lain. Fax sangat mudah
diimplementasikan dan dioperasikan. Jalur telepon suara dapat berfungsi sebagai
channel-nya dan pengoperasian peralatannya tidak lebih sulit daripada
mengoperasikan mesin fotocopy.
9. Pencitraan
(Imaging)
Untuk
menyimpan dokumen yang berukuran/bervolume besar diperlukan penyimpanan khusus
sehingga mudah untuk memanggil dan mendapatkan kembali informasi yang
diperlukan dalam dokumen tersebut. Penggunaan microfrom yang berupa microfilm
dan microfiche dapat mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan sebesar 97%
sehingga efektif digunakan untuk dokumen besar.
10. VideoText
Adalah
penggunaan komputer untuk tujuan memberikan tampilan materi tekstual pada layar
CRT. Penggunaan komputer untuk menampilkan pada layar CRT materi narasi dan
grafik yang tersimpan. Untuk menyediakan informasi dalam bentuk videotext,
terdapat 3 sumber utama bahannya, yaitu :
1. Menciptakan
file videotext pada komputernya sendiri.
2. Berlangganan
jasa videotext.
3. Memperoleh
akses ke file videotext dari perusahaan lain.
11. Desktop Publishing
(DTP)
Adalah
penggunaan komputer untuk menyiapkan output tercetak yang kualitasnya sangat
mirip dengan yang dihasilkan oleh typesetter. Sistem DTP berbentuk suatu
konfigurasi komputer mikro yang mencakup layar CRT resolusi tinggi dan printer
laser, dan dikendalikan oleh perangkat lunak DTP.
Sistem
Pakar
Konsep sistem pakar adalah
menirukan metodologi dan kinerja seorang manusia yang ahli dalam bidang atau
domain tertentu yang spesifik.(Setiawan, 1993). Sistem pakar adalah program
pemberian nasehat (advice giving) atau program konsultasi yang mengandung
pengetahuan dan pengalaman yang dimasuki oleh satu atau banyak pakar kedalam
satu domain pengetahuan tertentu. Agar setiap orang biasa memanfaatkannya untuk
memecahkan suatu masalah.
Sistem
pakar sangat inovatif dalam menghimpun dan mengemas pengetahuan, keunggulan
yang utam terletak pada kemampuan dan penggunaan praktisnya bila disuatu tempat
tidak ada seorang pakar dalam suatu bidang ilmu.
Kelebihan
Sistem Pakar
Kelebihan yang diperoleh dari sistem pakar yaitu :
1. Memungkinkan orang awam bisa melakukan
pekerjaan seorang pakar.
2. Meningkatkan
produktivitas kerja dengan jalan meningkatkan efisiensi pekerjaan.
3. Menghemat
waktu dalam menyelesaikan pekerjaan atau masalah yang kompleks.
4. Menyederhanakan
beberapa operasi.
5. Pengolahan berulang-ulang
secara otomatis.
6. Tersedianya
pengetahuan pakar bagi masyarakat luas.
Kelemahan
Sistem Pakar
Sedangkan kelemahan sistem pakar yaitu :
1. Pengembangan
sistem pakar sangat sulit, seorang pakar yang baik sulit diperoleh. Memedatkan
pengeahuan seorang pakar dan mengalihkannya menjadi sebuah program merupakan
pekerjaan yang melelahkan dan memerlukan biaya yang besar.
2. Sistem
pakar sangat mahal untuk mengembangkan, mencoba dan mengirimkannya ke pemakai
terakhir memerlukan biaya tinggi.
3. Hampir
semua sistem pakar (expert system) masih harus dapatdimplementasikan dalam
komputer besar, sistem pakar yang dijalankan pada komputer pribadi tergolong
sistem apkar kecil dan kurang canggih.
4. Sistem
pakar tidak 100 % menguntungkan karena produk seseorang tidak ada yang sempurna
dan tidak selalu benar, oleh karena itu perlu dikaji ulang secara teliti sebelum
digunakan.
Tahapan-tahapan
pengembangan sistem pakar
1. Identifikasi,
Merupakan tahap penentuan hal-hal yang penting sebagai dasar dari permasalahan
yang akan dianalisis.
2. Konseptualitas,
Hasil identifikasi masalah, dikonseptualisasikan dalam bentuk relasi antar
data, hubungan antar pengetahuan dan konsep-konsep penting dan ideal yang akan
diterapkan.
3. Formalisasi,
Konsep-konsep dari konseptualisasi diimplementasikan secara formal dalam tahap
formalisasi.
4. Implementasi,
Apabila pengetahuan sudah diformalisasikan secara lengkap maka tahap
implementasi dapat dimulai dengan membuat garis besar masalah kemudian memecahkan
masalah kedalam modul-modul.
5. Evaluasi, Tahap
ini merupakan tahap pengujian terhadap sistem pakar yang telah dibangun dan
untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang masih ada.
6. Pengembangan
sistem, Fungsi dari pengembangan sistem adalah agar sistem yang dibangun tidak
menjadi usang dan investasi tidak sia-sia. Hal pengembangan sistem yang paling
berguna adalah proses dokumentasi sistem dimana didalamnya tersimpan semua hal
penting yang menjadi tolak ukur pengembangan sistem di masa mendatang.
Bentuk
Sistem Pakar
1. Berdiri
sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software yang berdiri- sendiri tidak
tergantung dengan software yang lainnya.
2. Sistem
pakar jenis ini merupakan bagian program yang terkandung didalam suatu
algoritma (konvensional), atau merupakanprogram dimana didalamnya memanggil
algoritma subrutin lain(konvensional).
3. Menghubungkan
ke software lain . Bentuk ini biasanya merupakan systempakar yang menghubungkan
ke suatu paket program tertentu.
4. Sistem
Mengabdi. Sistem pakar merupakan bagian dari komputer khususyang dihubungkan
dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem pakar yang digunakan untuk membantu
menganalisis data radar.
Struktur
Sistem Pakar
Sistem
pakar teridiri-dari 2 bagian pokok, yaitu : lingkungan pengembangan
(development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment).
Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pembangunan sistem pakar baik dari
segi pembangunan komponen maupun basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi
digunakan oleh seorang yang bukan ahli untuk berkonsultasi.
Struktur Sistem Pakar
Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam
penyelesaian masalah, tentu saja di dalam domain tertentu. Ada 2 bentuk
pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu :
1. Cara
representasi sistem pakar
Ada tiga
teknik cara representasi dalam sistem pakar, yaitu :
a. Production
rule, Adalah model ide dasar dari sistem yang mempresentasikan pengetahuan
dengan bentuk pasangan kondisi-aksi (jika-maka).
b. Semantic
network, Merupakan gambaran grafis dari pengetahuan yang terdiri node atau
simbol dan hubungan atau link yang memperhatikan hubungan hirarkis antar objek.
c. Frame, Adalah
struktur data yang berisi semua pengetahuan tentang objek tertentu.
2. Kategori
umum dari sistem pakar
Berdasarkan
penggunaannya sistem pakar diklasifikasikan menjadi dua bagian, seperti pada
tabel dibawah ini :
a. Diagnosa : Menduga
kegagalan sistem dari observasi, contoh mendiagnosa kerusakan mesin mobil.
b. Interpretasi
: Menduga gambaran situasi dari observasi.
c. Prediksi : Menduga
akibat yang terjadi situasi tertentu. Contoh prediksi cuaca besok berdasarkan
data- data sebelumnya.
d. Perencanaan
: Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tertentu.
e. Monitoring
: Membandingkan observasi terhadap rencana hasil.
f. Debugging : Memberikan obat bagi kegagalan fungsi.
g. Reference :
Mengeksekusi rencana dengan obat penyembuhan.
h. Instruksi :
Mendiagnosa, menunjukkan unjuk kerja.
i. Kontrol : Mengimplementasikan, memprediksi, mengontrol
kegiatan yang membutuhkan posisi yang tinggi.
Contoh beberapa
sistem pakar
1. XSEL
Sistem
pakar ini dapat bertindak sebagai asisten penjual yang membantu penjual
komputer DEC memilihkan pesanan pelanggan sesuai dengan kebutuhan.
2. MYCIN
Sistem ini
dikembangkan di Universitas Stanford pada pertengah-an 1970-an dengan tujuan
untuk membantu jurumedis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan oleh
bakteri.
3. PROSPECTOR
Sistem ini
diciptakan oleh Richard Duda, Peter Hard, dan Rene Reboh pada tahun 1978 yang
menyediakan kemampuan seperti seorang pakar di bidang geologi. Sebuah sistem
pakar mempunyai kemampuan berdialog dengan pemakai dan kemudian memberikan suatu
saran, pandangan, atau kesimpulan.
Model
konseptual sistem pakar
Model
konseptual sistem pakar yang paling umum diperlihatkan pada Gambar, Tampak
bahwa terdapat 4 buah komponen penting, yakni basis pengetahuan (knowledge
base), mesin inferensi (inference engine), fasilitas penjelasan, dan antarmuka
pemakai.
Model
konseptual sistem pakar
1. Basis
pengetahuan merupakan komponen yang berisi pengetahuan- pengetahuan yang
berasal dari pakar. Berisi sekumpulan fakta (fact) dan aturan (rule). Fakta
berupa situasi masalah dan teori tentang area masalah. Aturan adalah suatu
arahan yang menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah pada bidang
tertentu.
2. Mesin
inferensi adalah komponen yang menjadi otak sistem pakar. Bagian inilah yang
berfungsi melakukan penalaran dan pengambilan kesimpulan.
3. Fasilitas
penjelas merupakan komponen yang berfungsi untuk mem- berikan penjelasan kepada
pemakai yang memintanya. Jenis pertanyaan yang dapat ditangani biasanya berupa
“Mengapa” dan “Bagaimana”. Tidak semua sistem pakar menyediakan bagian ini.
Contoh berikut mem-berikan gambaran tentang penjelasan oleh sistem pakar.
4. Antarmuka
pemakai merupakai bagian yang menjembatani antara sistem dan pemakai. Melalui
bagian inilah pemakai berkomunikasi dengan sistem.
Contoh penerapan otomatisasi kantor yaitu :
1. Mengirim
surat menggunakan Email.
2. Mengetik
surat menggunakan komputer.
3. Berinteraksi
antar tim dengan menggunakan aplikasi tertentu misalnya Slack, bitrix dan lain
sebagainya.
4. Melakukan
konverensi antar negara dengan menggunakan aplikasi zoom.
Contoh Sistem Pakar yaitu :
1. Sistem
Pakar dalam Industri
Ada
beberapa contoh sistem pakar yang saat ini digunakan dalam bidang industri. Di
antara sistem pakar tersebut adalah sistem pakar perancangan PRIDE atau Pinch
Roll Interactive Design Expert yang digunakan untuk mengatur kertas dalam mesin
fotokopi. Selain itu ada Alumunium Foil Rolling Flatness Control Application
yang digunakan untuk mengukur tingkat karat dalam satu alumunium Oil secara
otomatis.
2. Sistem
Pakar dalam Manajerial
Selain
bidang industri, sistem pakar juga sudah merambah dunia manajerial saat ini.
Beberapa fungsi sistem pakar dalam bidang manajerial adalah sebagai alat
analisis. Sistem pakar mampu menganalisa komoditi tertentu dalam satu pasar
secara otomatis. Selain itu, ada fungsi diagnostik yang membuat sistem pakar
mampu mendeteksi adanya penurunan kinerja perusahaan sekaligus menyediakan
solusi bagi perusahaan tersebut.
3. Sistem
Pakar dalam Kedokteran
Saat ini,
pendeteksian penyakit menjadi lebih mudah karena sistem pakar mampu
mengenali penyakit sejak dini dan penderita bisa mendapatkan perawatan secara
langsung. Penyakit yang bisa dengan mudah dideteksi biasanya setiap penyakit
yang berhubungan dengan mata karena sistem pakar bisa berinteraksi langsung
dengan penderita.

